Menu

header photo

JELAJAH SURGA TERSEMBUNYI DI UJUNG TIMUR PULAU JAWA

RED ISLAND

Masyarakat Banyuwangi menyebutnya sebagai Pulau Merah, sebab tanahnya berwarna merah. Bentuknya menyerupai sebuah bukit kecil, terletak tak jauh dari bibir pantai yang memiliki pasir putih sepanjang 3 km. Anda dapat menginjakkan kaki di Pulau Merah ini tatkala air sedang surut, jaraknya hanya 100 meter dari bibir pantai. Cukup hanya dengan berjalan kaki saja. Pantai ini dahulu bernama Pantai Ringin Pitu, sekarang disebut sebagai Pantai Pulau Merah.Saat matahari terbenam akan tampak pancaran sinar yang berwarna jingga kemerahan dari balik bukit itu. Itulah sebabnya dinamakan Pulau Merah. Yang istimewa dari pulau merah ini adalah ombaknya yang tinggi pada bulan April hingga bulan September, namun tidak seExtrim ombak di G-Land. Bagi kalangan penggemar fotografi, sunset pulau merah adalah salah satu spot sunset paling bagus di Banyuwangi. Tidak banyak pedagang asongan yang ditemui disini sehingga pantai ini tampak bersih dan asri. Pada saat liburan tempat ini akan semakin ramai dikunjungi masyarakat. Pulau Merah di nilai seperti perpaduan antara pantai Seminyak ,Kuta, dan Legian di Bali.

KAWAH IJEN

Inilah salah satu pesona keindahan alam Indonesia yang luar biasa dan telah memukau banyak wisatawan dari berbagai negara. Di sinilah dapat Anda lihat danau kawah luas yang menakjubkan bersama api berwarna biru dari belerangnya saat malam hari. Selain menjadi tujuan wisata naik gunung, Kawah ijen juga merupakan tempat penambangan belerang tradisional yang hilir-mudik di arena bekas letusan kawah yang sebenarnya masih aktif.Kawah Ijen merupakan salah satu kawah paling asam terbesar di dunia dengan dinding kaldera setinggi 300-500 meter dan luas kawahnya mencapai 5.466 hektar. Kawah di tengah kaldera tersebut merupakan yang terluas di Pulau Jawa dengan ukuran 20 km. Ukuran kawahnya sendiri sekitar 960 meter x 600 meter. Kawah tersebut terletak di kedalaman lebih dari 300 meter di bawah dinding kaldera.

Pemandangan Kawah Ijen begitu menakjubkan ketika disinari Matahari pagi dengan memancarkan kemilau hijau toska. Sinaran yang juga menerpa dari balik Gunung Merapi, saudara kembar Gunung Ijen jangan sampai Anda lewatkan untuk diabadikan oleh kamera. Air kawahnya tenang berwarna hijau kebiruan namun Anda tidak diperkenankan menuruninya karena air kawah bervolume sekira 200 juta meter kubik itu panasnya mencapai 200 derajat celcius. Derajat keasaman kawah tersebut sangat tinggi mendekati nol sehingga bisa melarutkan pakaian bahkan tubuh manusia dengan cepat.

TELUK HIJAU

Teluk Hijau (Green Bay), warga sekitar menyebutnya Teluk Ijo, dikelilingi hutan alami. Sesekali, kita bakal mendengar suara burung di antara pepohonan, suara ombak membuncah di batu karang teluk, dan hembusan angin yang sesekali lewat menderu. Tenangnya kawasan hutan yang masih alami, kicaunya suara burung diantara pepohonan, batu – batu karang yang berdiri kokoh di sekitar laut yang menggelora dan deburnya suara ombak yang tiada hentinya akan membuat segala kegiatan wisata yang dilakukan menjadi lebih menyenangkan. Teluk Hijau terletak di desa Sarongan, di pesisir selatan Banyuwangi. Teluk Hijau memiliki keunikan pasir putih yang halus dan mudah melekat di kulit. Teluk yang memiliki panorama air laut berwarna hijau dengan hamparan pasir putih dan air terjun setinggi 8 meter. Diujung barat dan timur juga terdapat batuan karang. Memiliki air laut yang jernih dan berwarna kehijauan dan suasana yang asri membuat siapapun yang melihatnya merasa kagum. Disini kita bisa berenang atau sekedar bermain air dipantainya. Di sisi timur ada sebuah air terjun air tawar dengan debit yang sedang dan biasa dipakai uuntuk membilas badan selepas berenang dipantai. Untuk yang suka camping dilokasi ini juga cukup bagus untuk mendirikan tenda.

KONSERVASI PENYU SUKAMADE

Bagi yang berjiwa adventure pasti sangat tertantang sekali untuk berkunjung ke Pantai Sukamade. Pantai Sukamade Terletak di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Tepatnya di wilayah Taman Nasional Merubetiri dan juga salah satu Diamonds Triangle di Banyuwangi, setelah Pantai G-Land dan Kawah Ijen.Pantai Sukamade ini paling diminati oleh wisatawan mancanegara, karena terdapat atraksi pengamatan penyu yang merupakan satwa langka. Pertama masuk Pantai Sukamade, pengunjung akan disambut oleh kelompok macaca dan lutung yang sudah terbiasa dengan pengunjung. Pengunjung dapat menikmati treking melintasi hamparan hutan hujan tropis dataran rendah dengan akses jalan setapak. Potensi yang dapat dinikmati sepanjang jalur ini antara lain kumpulan kelelawar besar, kijang, babi hutan, biawak dan berbagai jenis burung termasuk elang laut. 

Berjalan menyusuri pantai Sukamade, jika pada siang hari akan terasa panas dan kurang menarik tetapi jika pada malam hari tiba, pantai Sukamade akan berubah menjadi surga. Satu per satu penyu akan muncul dari laut menuju ke pantai untuk bertelur. Pemandangan inilah yang ditunggu-tunggu wisatawan khususnya mancanegara. Karena langka maka perlakuan untuk mengamatinyapun harus ekstra hati-hati. Biasanya pengunjung tidak diperbolehkan menyalakan lampu dan berbuat gaduh selama berada di pantai. Proses penyu bertelur sendiri memakan waktu kurang lebih 3 jam dari naik ke pantai sampai kembali lagi ke laut.

TAMAN NASIONAL ALAS PURWO

Taman Nasional yang terletak di ujung timur Pulau Jawa ini dipercaya oleh masyarakat sekitar sebagai cikal bakal hutan di Pulau Jawa. Yang paling seru, kamu akan berkalan dalam hutan lebat selama 1 jam dari perkampungan terakhir. Berada di TN Alas Purwo, kamu tak akan kebingungan karena tanda penunjuk jalan terpampang jelas di pinggir jalan. Kamu juga bisa menikmati lebatnya hutan di TN Alas Purwo yang bersih, tak ada sampah-sampah berserakan. TN Alas Purwo merupakan salah perwakilan tipe ekosistem hutan hujan dataran rendah di Pulau Jawa. Beberapa tumbuhan khas dan endemiknya seperti sawo kecik dan bambu manggong. Beberapa tumbuhan lain seperti ketapang, nyampling, kepuh, keben, dan berbagai macam varian bambu. Tak hanya kaya akan ekosistem hutan hujannya, TN Alas Purwo juga menjadi habitat berbagai macam satwa liar seperti Lutung budeng, banteng, ajag, burung merak, rusa, ayam hutan, macan tutul, hingga kucing bakau. Lengkap bukan? Berjalan di hutan hujan TN Alas Purwo semacam membawa diri kita terbang ke masa lalu, dimana hutan Indonesia masih begitu besar luasnya.

PULAU MENJANGAN

Dengan hamparan pantai berpasir putih dan taman bawah laut beraneka warna, Pulau Menjangan adalah definisi sempurna dari keindahan alam bawah laut Bali bagian Barat. Terletak sekira 10 km di lepas pantai Barat Laut Bali, pulau kecil Menjangan merupakan bagian dari Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Kata ‘menjangan’ dalam bahasa Jawa berarti ‘kijang’. Penamaaan pulau cantik ini didasarkan pada keberadaan kawanan rusa liar yang berenang ke pulau itu menempuh jarak sejauh 1,2 mil setiap musim semi.  Ketika berkunjung ke Menjangan, jangankan bawah lautnya yang terkenal indah, baru beberapa meter dari bibir pantainya saja sudah bisa mendapatkan pemandangan yang sangat imajinatif. Airnya sangat jernih dengan suhu sekitar 25 derajat celsius. Pulau Menjangan memiliki kontur dasar laut yang menakjubkan karena bawah laut yang awalnya dangkal bisa tiba-tiba menjadi curam (drop off). Nah di dinding-dinding curam itulah banyak terdapat berbagai terumbu karang yang berwarna-warni seperti Millephora sp dan Acrophola sp.

Selain bisa menyaksikan terumbu karang, juga Anda bisa melihat ribuan ikan berenang seperti Lionfish, Stonefish, Ikan Zebra, dan berbagai jenis ikan yang lainnya. Menurut catatan pihak berwenang, ada setidaknya 45 jenis terumbu karang, 32 jenis ikan karang, serta sembilan moluska laut yang terdapat di Pulau Menjangan, dimana ketika Anda berkunjung kesana maka dipastikan seluruh spesies tersebut bisa Anda lihat dan nikmati. Untuk bisa menikmati keindahan taman bawah laut Pulau Menjangan Anda bisa bergabung dengan trip kami menyberang dari Pantai Watu Dodol Banyuwangi menuju P. Menjangan yang hanya berjarak 1 jam perjalanan kapal.

PULAU TABUHAN

Pesona liburan dengan tenang dan indah di pulau yang juga tidak jauh dari kota Banyuwangi, anda dapat mencari pantai indah di Banyuwangi dan wisata alam lainnya yang menarik. Namun berada disini serasa ingin berkunjung kembali, Kepulauan dan pantai Banyuwangi memang sangat mempesona alam yang indah dan masih belum tercemar limbah dan sampah. Tidak berlebihan jika tempat ini menjadi salah satu wisata yang harus di kunjungi ketika anda singgah ke Banyuwangi yaitu di pulau Tabuhan letaknya di 20 km dari kota banyuwangi, lebih tepatnya di desa bangsring, kecamatan wongsorejo. Disini anda dapat menikmati sun set ketika sore menjelang dan sun rise ketika pagi menghampiri. Pemandangan alam bawah lautnya sangat mempesona. Ada berbagai terumbu karang, yang menjadi rumah bagi para ikan karang, bunga karang, udang karang, dan berbagai tumbuhnya laut. Pulau tabuhan sangat cocok untuk scuba diving / snorkling, Tak ada salahnya untuk melakukan kegiatan di laut yaitu berenang bersama hewan – hewan laut karena airnya sangat jernih.

Pantai Plengkung atau biasa di sebut dengan G-Land, adalah salah satu pantai di Banyuwangi dan telah populer di kenal sebagai The Seven Giant Waves Wonder yang diberikan oleh seorang peselancar dunia atas gulungan ombaknya yang memukau. Pantai ini terletak sebagai bagian dari Taman Nasional Alas Purwo dan ombak di pantai ini merupakan salah satu yang terbaik di dunia, dengan ombak setinggi 4-6 meter sepanjang 2Km dalam formasi 7 gelombang bersusun. Untuk itu, tidak salah bahwa pantai Plengkung merupakan surga bagi para peselancar profesional dunia yang ingin menaklukkan desiran ombak G-Land ini.Nama G-Land mengindikasikan dari kata Grajagan,   yaitu nama dari sebuah teluk.  G-land atau Pantai Plengkung ini dikelilingi oleh hutan tropis yang masih alami dan indah, sehingga menawarkan satu paket komplit untuk berwisata dan berolah raga 

TAMAN NASIONAL BALURAN

Inilah hamparan savana terluas di Pulau Jawa, membuat Anda yang berkunjung ke sini serasa berada di Afrika. Di Baluran tersaji sungguhan alam menakjubkan ketika ratusan rusa berlarian menuju kubangan air, merak jantan melebarkan ekornya untuk menarik perhatian sang betina, puluhan kerbau besar yang gagah, belasan elang mencari makan, hingga lutung dan makaka yang bergelantungan. Belum lagi pepohonan khas Baluran yang mirip pohon pinang dan berbuah sekali seumur hidup sebanyak 1 ton untuk kemudian mati. Pohon pilang yang berbatang putih dan rimbun, bila Anda mengamatinya secara seksama maka mirip pohon di film “Avatar” serta pohon bekol yang rindang mirip beringin dengan nuansa magis.

Terdapat 26 jenis mamalia di antaranya banteng (Bos javanicus javanicus), kerbau liar (Bubalus bubalis), ajag (Cuon alpinus javanicus), kijang (Muntiacus muntjak muntjak), rusa (Cervus timorensis rusa), macan tutul (Panthera pardus melas), kancil (Tragulus javanicus pelandoc), dan kucing bakau (Prionailurus viverrinus). Satwa banteng merupakan maskot khas dari Taman Nasional Baluran. Selain itu, terdapat sekitar 155 jenis burung di antaranya termasuk yang langka seperti layang-layang api (Hirundo rustica), ayam hutan merah (Gallus gallus), kangkareng (Anthracoceros convecus), rangkong (Buceros rhinoceros), tuwuk atau tuwur asia (Eudynamys scolopacea), burung merak (Pavo muticus), dan bangau tong-tong (Leptoptilos javanicus).

Terdapat 155 jenis burung langka antara lain Walet ekor jarum (Hirundapus caudutus), Banteng (Bos javanicus), Ajag (Cuon alpinus), Kijang (Muntiacus muntjak), Burung merak (Pavo muticus), Ayam hutan (Gallus sp.), Macan tutul (Felis pardus), Kucing bakau (Felis viverrina) dan lain-lain.

HUTAN PINUS SONGGON

Berada di kaki gunung Raung, daerah ini memiliki hawa pegunungan yang sejuk dan segar. Kawasan yang baru dikembangkan serius dengan wisata Alam ini memiliki banyak potensi alam, terdapat pengembangan wisata yang menarik seperti Rumah Pohon yang di bangun dikawasan Hutan Pinus, serta ragam kegiatan adventure seperti rafting dan outbond. Destinasi yang sangat sayang untuk Anda lewatkan. Hanya berjarak 1,5 Jam dari Kota Banyuwangi, Anda juga akan melewati situs penting seperti Rowo Bayu, dimana pernah terjadi perang besar hingga diperingati sebagai Hari jadi Kota Banyuwangi.

PANTAI WEDI IRENG

Pantai ini masih sangat asri dan alami dengan air laut yang berwarna biru dan cukup jernih. Bibir Pantainya dikelilingi pepohonan hijau yang memberikan suasana teduh. Pasir Pantainya tersusun dari pasir berwarna putih dan hitam yang menjadi satu. Deretan karang di tepi Pantai semakin menambah pesonanya. Di salah satu sisi Pantainya terdapat sebuah batu berukuran sangat besar yang menjadi landmark Pantai Wedi Ireng ini. Wisatawan bisa bermain air, berenang ataupun memancing. Selain itu di Pantai ini juga mempunyai beberapa spot terbaik untuk menikmati panorama sunrise maupun sunset.

TELUK BIRU (BLUE BAY)

Satu lagi surga tersembunyi di Banyuwangi yang masih belum terkenal  yang mempunyai nama hampir mirip dengan green bay, yaitu Blue Bay. Teluk yang satu ini berbeda dengan green bay. Jika green bay mempunyai keindahan pasir putih dan warna air lautnya yang kehijauan. Kalau Blue Bay mempunyai keindahan bawah laut yang indah. Laut disini juga masih asri dan belum terekpose, terbukti dari warna lautnya yang biru jernih.  itulah kenapa teluk ini dinamakan teluk biru atau Blue Bay.

BANGSRING UNDERWATER

Bangsring Underwater atau Bunder merupakan salah satu destinasi wisata di Banyuwangi yang resmi dibuka untuk umum pada Agustus 2014 dan di keloka oleh warga sekitar. Di tempat wisata ini, para traveller dapat menyaksikan keindahan terumbu karang yang masih perawan. Tidak hanya itu, kawasan yang masuk Selat Bali ini memiliki kolam dengan 5 ikan hiu yang siap menemani Anda selama berenang di situ.

Wisatawan bisa menikmati wisata bahari seperti rumah apung, snorkeling, diving, renang bersama anak ikan hiu serta memberi makan ikan laut liar yang ada di Selat Bali. Saat snorkeling, wisatawan bisa menikmati eksotisme pemandangan bawah laut yang dipenuhi dengan terumbu karang, koloni soft coral dan aneka ikan hias. Pemandangan tersebut sudah bisa dinikmati di kedalaman 50 sentimeter.
Selain snorkeling dan berenang bersama anakan ikan hiu, wisatawan juga bisa menikmati sensasi memberikan makan ikan liar yang ada di sekitar rumah apung. Cukup dengan remahan roti yang dilempar di laut, maka puluhan ikan berbagai macam jenis langsung datang berebut.